
Head bikinan BRT ini, mengaplikasi diameter payung klep lebih besar dari kondisi standar. Jika valve original V-ixion punya ukuran diameter 19 mm (in) dan 17 mm (ex), maka head pengganti memiliki diameter klep 21 mm (in) dan 19 mm (ex). Jadi, ada peningkatan diameter 2 mm di tiap katup masuk dan buang.
Head BRT diukur flowbench untuk tahu aliran gas bakarnya lebih dulu. Di lubang in, didapat 124,8 cfm (cubic feet per minute) dan ex 108,6 cfm. Hasil ini berkat proses porting dan korek.
Diameter klep lebih besar 2mm
Ketika
aplikasi head standar, didapat power maksimal di 15,34 dk/ 8.600 rpm.
Sedang torsi, 10,02 Nm/ 8.000 rpm. Usai ketahui power dari pacuan
standar untuk patokan awal, dilanjut dengan memasang head bolt on BRT.
Tapi, sebelum dipasang, ketinggian batang klep diukur ulang.Diukur dari bos klep, batang klep head milik BRT memiliki ketinggian in 38,5 mm dan klep ex 39 mm. Sedangkan di head standar, klep isap dan buang punya ketinggian sama. Yaitu, 39 mm. Jadi dengan batas toleransi yang masih 0,5 mm, tidak perlu ganjal ring lagi.
Jika dilihat dari hasil yang didapat, setidaknya kenaikan power ini sama seperti ketika melakukan penggantian knalpot. Setidaknya jika ditambah aplikasi knalpot free flow, power bisa lebih naik lagi hingga di atas 1 dk. Malah lebih bagus lagi diikuti seting main-jet dan pilot-jet sesuai kebutuhan. Tapi sayang, di V-ixion kan tak bisa dilakukan.
Hanya pakai knalpot standar, power naik 0,5 dk









0 komentar:
Post a Comment